Desainer untuk Difabel – Program Kolaborasi
Latar Belakang
Kota Solo akan menyelenggarakan ASEAN ParaGames 12-22 Desember 2011 mendatang. Dalam kegiatan ini akan dipertandingan 11 cabang olahraga. Diperkirakan ada sekitar 2.000 atlet yang akan bertanding dalam pesta olahraga penyandang cacat tersebut. Jika ditambah dengan ofisial, jumlahnya diprediksi 3.000 orang. Indonesia, menurut rencana, mengirim 200 atlet. Ada kepesertaan yang beragam dalam APG 2011, mereka adalah difabel di antaranya penderita cerebral palsy (terganggunya fungsi otak), penyandang buta, tuli, pengguna kursi roda, dan cacat tubuh (amputee). Mereka akan bertanding di 10 cabang olahraga dengan sekitar 400 nomor yang dipertandingkan.
Aikon menggagas sebuah kolaborasi bagi mahasiswa, profesional dan pendidik komunikasi visual bersama jaringan lainnya guna memberikan apresiasi dan dorongan semangat mengenai keberadaan acara ini dan lebih dari itu, ingin membagi pemahaman publik terhadap difabel atau masyarakat berkebutuhan khusus agar publik dapat memberikan penghargaan yang layak serta membantu mewujudkan kesetaraan hidup lewat pemenuhan hak-haknya sebagai warga negara. Kolaborasi ini akan membuat kampanye visual yang digelar sebelum acara ParaGames 2011.
Permasalahan
- Kemampuan publik difabel masih tidak diakui, atau dianggap tidak setara dengan publik non-difabel,
- ParaGames merupakan satu dari banyak kegiatan yang dapat mendorong perhatian lebih kepada publik difabel
- Kegiatan tingkat ASEAN tersebut akan diadakan empat bulan lagi, namun sampai saat ini, belum nampak semangat yang ‘dibangun’ dari informasi mengenai kegiatan tersebut,
- Belum terdapatnya pemahaman yang baik soal difabilitas di kalangan mahasiswa dan praktisi komunikasi visual
Tujuan Program
- Mendorong perhatian publik tentang difabilitas,
- Mendukung perhatian pemerintah Kota Solo kepada publik difabel,
- Melibatkan publik non-difabel dalam kegiatan kemanusiaan yang masih minim perhatian,
- Menjadi ruang pembelajaran bagi publik, khususnya bagi para pihak di bidang komunikasi visual
Strategi
- Memposisikan publik dengan different ability (difabel), pada tempatnya yang berkemampuan lebih dari pada yang selama ini di-stigma-kan,
- Mendorong peran publik difabel dalam menyiarkan semangat kegiatan ASEAN Paralympic Games Solo 2011
- Melibatkan berbagai pihak yang memiliki perhatian pada publik difabel, khususnya lembaga-lembaga di Solo,
- Bekerjasama dengan Walikota Solo,
- Mempublikasikan berbagai materi visual terkait dengan difabilitas.
Pihak-pihak yang bekerjasama
- Joko Widodo, Walikota Solo
- Panitia ParaGames 2011 Solo
- Yayasan Talenta untuk difabel, Solo Yayasan Talenta Surakarta, didirikan tahun 2000, aktif melakukan pemberdayaan terhadap individu dan organisasi difabel, memasyarakatkan dan membangun paradigma baru penanganan masalah kecacatan, serta mendorong kebijakan yang berperspektif kecacatan.
- Komunitas Bengawan, Solo. Bengawan.org wadah persaudaraan yang cair dan egaliter. Sebuah persaudaraan seutuhnya, terutama bagi kami yang hingga kini masih menjalani hidup dan mengisi kehidupan di sepanjang hulu hingga hilir. Bukan hanya Bengawan Solo, namun juga sungai-sungai kecil yang bermuara kepadanya.
- Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Bina Nusantara
- Asosiasi Desain Grafis Indonesia. Wadah yang menghimpun desainer profesional dan akademisi yang memiliki visi membangun industri desain di Indonesia dan menjadi asosiasi desainer grafis yang bereputasi dan memiliki kredibilitas dalam melindungi, melayani serta memajukan karir dan usaha para anggotanya.
- Penggiat Kubusi, mahasiswa dan dosen di Studio Lantai Enam DKV Universitas Tarumanagara.
Program Komunikasi Visual
- Kampanye pra-kegiatan ASEAN ParaGames 2011 Solo
- Pameran poster dan pemutaran film pendek dengan tema: “Design for Difable” (tentatif) karya-karya dari Fakultas Desain Komunikasi Visual Bina Nusantara, Fakultas Desain Komunikasi Universitas Negeri Solo, dan Asosiasi Desain Grafis Indonesia
- Pameran Infografis Desain untuk Difabel Kubusi: Kubus Inspirasi. Menyambut perhelatan ParaGames 2011 di Solo, mahasiswa dan dosen Fakultas Senirupa dan Desain akan menampilkan berbagai karya, buku, dan informasi mengenai difabilitas, yang berkaitan dengan bidang komunikasi visual di Studio Senirupa dan Desain lantai enam.
- Implementasi modul Netling
Asosiasi Desainer Grafis Indonesia
Rekomendasi dalam Kolaborasi Program Desainer untuk Difabel
Guna mensukseskan program kolaborasi untuk difabel yang akan melibatkan anggota dan chapter Adgi di seluruh Indonesia, berikut ini adalah beberapa petunjuk dan rekomendasi yang dapat dipergunakan sebagai pemikiran tentang beberapa langkah yang menjadi elemen penting bagi kiprah Adgi dalam kolaborasi program diffabel:
- Program ini patut diikuti karena sesuai cita-cita Adgi untuk memberikan kontribusi keahlian dan upaya mengajak masyarakat terlibat dalam pemikiran dan penanganan permasalahan ekonomi-sosial-budaya-lingkungan.
- Agar mengedepankan profesionalisme dan wacana akademik (academic discourse) dalam memecahkan masalah dengan menjalankan mekanisme riset dan studi: penggalian informasi, data akurat dan fakta, memulai dengan desain berbasis pemikiran (design thinking), workshop dan eksekusi yang berada dalam satu rangkaian utuh.
- Memikirkan dan merekomendasikan keahlian desain yang berorientasi pada penciptaan komunikasi yang efektif bagi khalayak yang menjadi sasaran komunikasi dan memilih medium-medium yang tepat serta membuat sebuah rangkaian yang terintegrasi.
- Dalam proses penggalian informasi dan studi ini perlu dibentuk tim tersendiri dimana hasilnya dapat dibagi kepada semua chapter yang akan dilibatkan juga kepada peserta kolaborasi.
Informasi yang diperlukan dan harus digali dalam pengembangan program difabel sebagai referensi diantaranya adalah:
- Data difabel di Indonesia
- Definisi Difabel atau Masyarakat Berkebutuhan Khusus
- Statistik orang berkebutuhan khusus di Indonesia (jumlah dan daerah tempat berada)
- Pengkategorian orang berkebutuhan khusus (mencakup apa saja)
- Lembaga dan institusi yang menaruh perhatian terhadap orang berkebutuhan khusus
- Yang menjadi problem difabel di Indonesia
- Apa saja yang dirasakan oleh mereka yang berkebutuhan khusus dalam menjalani kesehariannya
- Apa ekspektasi orang berkebutuhan khusus
- Stereotype masyarakat Indonesia tentang Orang berkebutuhan khusus
- Seberapa besar masyarakat Indonesia mengenal tanda-tanda (signage) bagi orang berkebutuhan khusus
- Peran pemerintah dalam memfasilitasi difabel
- Program apa saja yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia bagi orang berkebutuhan khusus
- Fasilitas apa saja yang telah dibuat pemerintah bagi orang berkebutuhan khusus
- Seberapa besar sosialisasi dan pemaksilmalan tanda-tanda (signage) bagi orang berkebutuhan khusus
- Studi komparasi atau benchmark perlakuan dan penanganan difabel di Negara lain
- Tata cara dan mekanisme bagi orang berkebutuhan khusus
- Acara atau program yang menunjang pemaksimalan peran masyarakat dan orang berkebutuhan khusus
- Fasilitas bagi orang berkebutuhan khusus
- Penggunaan tanda-tanda (signage) bagi orang berkebutuhan khusus
Dokumen mengenai difabel sebagai data sekunder :
KONVENSI DAN PERUNDANG-UNDANGAN
1. Konvensi-Hak-Hak-Penyandang-Cacat
2. LAPORAN NEGARA PIHAK SESUAI PASAL 44 KONVENSI 2007
3. ANGGARAN RUMAH TANGGA PERSATUAN PENYANDANG CACAT INDONESIA
4. Undang-Undang-tahun-1997-04-97 TENTANG PENYANDANG CACAT
5. Konvensi-Hak-Anak-dengan-Disablitas-penyandang-cacat2
6. Convention on the Rights of Persons with Disabilities and its Optional
7. UN Convention on the rights of child
BERITA
1. News-Penyandang Cacat Mereka yang Terlupakan dan Terabaikan
2. News-Diskriminasi Masih Dirasa Kaum Difabel
3. News-Penyandang Cacat dan Anak Jalanan Rentan Terhadap Narkoba
4. News-Perlu Komitmen Pekerjakan Orang Berkebutuhan Khusus
5. News-Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas Dalam Menjalin Kemitraan Kerja
6. News-Ditjen Rehsos- Harus Ada Komnas Penyandang Disabilitas
7. News-Pemerintah Fasilitasi Orang Berkebutuhan Khusus
8. News-Bekasi Tuan Rumah Munas Penyandang Cacat Indonesia
9. News-Seminar Menyambut Hari Penyandang Cacat Internasional 2010
10. News-Laporan WHO dan Bank Dunia Ungkap Hambatan bagi Penyandang Cacat
ARTIKEL
1. Artikel-OLAHRAGA BAGI PENYANDANG CACAT SUMBANGSIH BAGI PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN NASIONAL
2. Artikel-DICARI, ”PRESIDEN BARU” ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
3. Artikel-Intensive Course on Disability and Development
4. Artikel-Pandangan Awam mengenai Anak Berkebutuhan Khusus
5. Artikel-BERINTERAKSI DENGAN ORANG-ORANG BERKEBUTUHAN KHUSUS
6. ARtikel-Harapan Penyandang Cacat terhadap Calon Pemimpin Indonesia
7. Artikel-Penyediaan Fasilitas Aksessibilitas Layanan Transportasi Publik Bagi Orang Berkebutuhan Khusus di Indonesia
PENELITIAN
1. mengangkat-martabat-tunagrahita
2. Penelitian-Penyandang Cacat Mereka yang Terlupakan dan Terabaikan
3. Mendidik Tenaga Pendidik bagi Siswa yang Berkebutuhan Khusus
4. Mengenal beberapa klasifikasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
5. Penyandang Cacat dan Permasalahannya Juang Sunanto
6. Penelitian-IDENTIFIKASI DAN SOSIALISASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH UMUM
7. PENERAPAN KEBIJAKAN PELAYANAN PUBLIK BAGI MASYARAKAT DENGAN KEBUTUHAN KHUSUS
8. Gambaran Sibling – Pendahuluan
9. IMPLEMENTASI_PENDIDIKAN_INKLUSIF_BAGI_ANAK_BERKEBUTUHAN_KHUSUS













Recent Comments