Wedhangan Adgi Jogja Chapter ++

Feb 01, 11 Wedhangan Adgi Jogja Chapter ++

Diskomfest, sebuah perhelatan besar mahasiswa Desain Komunikasi Visual, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, kembali digelar tahun ini. Kali ini, event ke-empat yang digelar dua tahun sekali tersebut, kembali digelar pada 22-26 Januari 2011 di Gedung Utama Jogja National Museum. Pada penyelenggaraannya kali ini, Diskomfest ingin memposisikan diri sebagai festival desain pertama yang membumi. Melalui festival yang bertajuk ‘Culture X-Pansion’, mereka ingin mengusung kembali budaya-budaya yang mulai hilang kemudian mengeksplorasinya lewat desain. Sementara itu, berbagai rangkaian acara juga akan memeriahkan festival yang akan berlangsung tanggal 22-26 Januari, yakni Karnaval Kostum di seputar lokasi kegiatan, Mural berjama’ah Siswa se-SMA Jogja, Pameran Komunikasi Visual, Rencang Rancang, Bazzar, nonton The Best Karya Video hingga perhelatan Angkringan Grafis yang banyak menghadirkan sosok dari kalangan praktisi desain grafis.

Pakdhe Wedha (WPAP FOUNDER) berbagi!

WPAP dan Institut Vector Indonesia (IVI) bersatu dalam gerakan untuk tampil di acara angkringan grafis Diskomfest # 4 pada hari Minggu tanggal 23 januari 2011 pukul 13.00-15.00 WIB. Kehadiran Wedha Abdul Rasyid sebagai Founder WPAP akan menyemarakkan acara sharing kreatif tersebut. Profesi sebagai illustrator sudah dikerjakan Wedha yang malang melintang di media cetak sejak tahun 1970-an. Mulai 1977, ketika bergabung dengan majalah Hai, ia banyak membuat ilustrasi terutama karya-karya fiksi Arswendo Atmowiloto dan Hilman dengan Lupus-nya yang fenomenal. Di majalah itulah Wedha mengerjakan potret para tokoh dunia dari segala latar belakang: tokoh politik, musisi, seniman, sampai tokoh-tokoh fiktif. Pada tahun 1990, Wedha kemudian memulai style baru untuk illustrasi gambar wajah. Hal ini menurutnya dikarenakan penurunan daya penglihatan karena usia yang telah mencapai 40 tahun sehingga ia sulit menggambar wajah dalam bentuk yang realistis dan detail. Wedha kemudian mencoba illustrasi bergaya kubisme untuk gambarnya. Gaya ini kemudian tumbuh dan semakin populer sebagai bagian dari gaya popart hingga saat ini. Gaya illustrasi ini disebut Wedha’s Pop Art Potrait (WPAP), bahkan ada yang menyebutnya sebagai aliran Wedhaism.

MERDEKA!!!
Veclamasi Institut Vector Indonesia
Pameran Diskomfest #4 — WPAP-VBK 2011

***
Kami institut vector Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Vector Arts Indonesia. Hal² jang mengenai gerakan vector arts d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Beberapa praktisi WPAP dari Jogja akan unjuk gigi dan mengenalkan keasyikan WPAP hingga nilai historisnya sebagai POP ART ASLI INDONESIA. Institut Vector Indonesia (IVI), sebagai gerakan yang fokus pada vector arts Indonesia juga hadir untuk “nimbrung” ber-veclamasi dan mengenalkan visi dan misi IVI. Institut vector indonesia(IVI) adalah tempat para pengemar vector art bersua dan beraksi dalam suasana maya. Berbagi dan berkarya bersama (power of wector ~ IVI). Berbasis di Yogyakarta, Indonesia dan bertujuan untuk mengarsipkan vector art Indonesia agar mampu bersaing dalam kancah international vector art scene. Institut Vector Indonesia (www.institutvectorindonesia.com) adalah sebuah laman yang beranjak dari semangat berbagi (Sharing Creativity) dari segi ide, konsep, style hingga teknik (Software minded).

Veclamasi Institut Vector Indonesia
Pameran Diskomfest #4 — WPAP-VBK 2011

Kegiatan ini merupakan upaya IVI untuk menularkan gerakan menyisipkan local values dalam setiap karya vector arts Indonesia dan mengarsipkan para tokoh vector arts dari Indonesia seperti Wedha Abdul Rasyid, yang telah lama menggeluti dunia vector sejak menjadi desainer majalah Hai di tahun ’90-an dan telah mempunyai “aliran” tersendiri dalam dunia vector arts yang dinamakan WPAP (Wedha’s Pop Art portrait) sehingga, sangat layak bagi wedha HAI untuk di arsipkan dalam sejarah vector arts di Indonesia sebagai bapak vector Indonesia.

Moderator: Iqbal Rekarupa

Acara yang dimotori WPAP community (www.wpapcommunity.com) chapter Jogja dan IVI ini juga didukung penuh oleh ADGI (Asosiasi Desain Grafis Indonesia) yang pertama kali menggagas ide Wedangan kreatif setiap bulan sekali. Ide itu direspon dalam sebuah kegiatan diskomfest # 4 dan diberi label baru (plesetan—red) WPAP-VBK, WEDHANGAN SPESIAL ADGI DJOGJA. Sebuah konsep Wedangan dan beramal bagi dunia kreatif secara luas. Dimana Konsep yang dibawa yaitu sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman bagi mereka para profesional senior industri kreatif khususnya desain grafis dan media belajar mempresentasikan karya, ide dan gagasan bagi para junior desainer grafis. hal itulah yang menjadi alasan kuat penyelenggara memberi kesempatan kepada hadirin untuk memenuhi kotak amal yang tersedia, isi dari kotak tersebut akan dibagi empat dengan perincian 25% X 4, yaitu ¼ bagian untuk pembicara sebagai penghargaan atas apa yang telah mereka bagi/sampaikan, ¼ bagian untuk meyediakan konsumsi saat acara, ¼ bagian untuk penyelenggara yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk mengurus acara ini dan ¼ bagian disisihkan untuk pelaksanaan creative giving (penyampaian amal secara kreatif/bersedekah dengan material produktif bukan material konsumtif yang diharapkan mampu menjadi inspirasi bahwa dengan kreatifitas kita mampu bertahan dan berkompetisi secara sehat.

© Institut Vector Indonesia
disadur dari berbagai sumber.

© foto dokumentasi WPAP-VBK

Leave a Reply