Dari Program Lecture for Lecturer Adgi #3
Lecture for Lecturer hari ketiga 16 Desember 2011
LfL Lhari ketiga atau hari terakhir diawali dengan bonus materi dari M Arief Budiman dengan judul “The Magic of Presentation” pada pukul 08.00 s.d. 09.00. Pengajar yang selama ini menggunakan cara-cara lama ketika berhadapan dengan mahasiswa, mencoba cara baru dengan menerapkan tips yang disampaikan. Tata visual presentasi baik powerpoint maupun keynote, persiapan kerangka materi (sketsa), cara penyampaian, What to Say dan How to Say.
Berikutnya adalah acara ramah tamah (coffee break) yang kemudian dimanfaatkan para peserta untuk menyempurnakan materi presentasi yang sebentar lagi dilakukan secara bergiliran. Adapun yang dipresentasikan adalah sebagai berikut:
- Bintang terang (mimpi besar), target perubahan 90 hari kedepan, target jangka menengah (5 tahun), kegiatan sosial apa yang bisa memberikan manfaat luas bagi lingkungan.
- Rencana penghasilan terbesar diluar penghasilan dari mengajar
- Pengamatan Visual ketika keliling kota, dengan sudut pandang Semiotika
Jam menunjukkan 09.15 wib saatnya presentasi dimulai. Masing-masing diberikan waktu 10 menit dilanjutkan komentar dari mentor masing-masing 2 menit lamanya. Sesuai undian, para peserta dengan sangat antusias menyampaikan presentasinya slide by slide. Suasana sangat hidup dikarenakan beragamnya cara peserta dalam menyampaikan idenya. Komentar dari para mentor juga turut memeriahkan suasana karena kadang berkomentar jenaka.
Presentasi selesai pada 16.30 wib kemudian dilanjutkan dengan penugasan penulisan yang harus diemail paling lambat jam 18.00 berupa kesan-kesan mengikuti LfL ADGI.
Penutupan acara dilaksanakan pada jam 19.30 setelah makan malam. Penyematan pin LfL oleh para mentor kepada para peserta terlihat penuh kekeluargaan dan kegembiraan. Menjadi penanda bahwa LfL ADGI yang pertama ini bermanfaat bagi peserta maupun mentor yang telah mempersiapkan diri sebulan lamanya. Dan tentu saja ADGI sangat berharap, LfL bisa memberikan kontribusi positif walaupun masih terlihat kecil bagi pendidikan kreatif di Indonesia dikemudian hari.







































Recent Comments